Setelah minggu kemarin anak - anak CahAndong penuh dengan rentetan kopdar gojek kere…maka kini saatnya melangkah kearah yang lebih serius.
Juminten Mbilung

Juminten yang biasanya menjadi ajang guyon waton plus gojek kere, kemungkinan besar akan berubah drastis menjadi acara yang cukup serius. Juminten kali ini kedatangan seorang tamu istimewa yaitu Pakde Mbilung yang katanya akan membahas masalah - masalah topik penting, darurat dan urgent. Keseimbangan lingkungan yang sering diabaikan oleh para manusia-manusia modern rupanya membuat Pakde itu khawatir. Agar para keponakan tercinta ini bisa berlaku bijak dalam bertatalaku hidup di bumi ini, maka diadakanlah acara diskusi bebas menyoal isu-isu lingkungan…..dan otomatis nama juminten kali ini berubah menjadi Juminten Mbilung. Juminten Mbahas Isu Lingkungan.
Walaupun target yang ingin dicapai oleh Pasak Boemi kurang tercapai…yaitu kembali mencoba mengumpulkan dedengkot dan tetua - tetua cahAndong jaman dulu… Tetapi secara garis besar acaranya sangat - sangat sukses.

Terhitung ada kontingen dari 4 kota yang ikut menyemarakkan pisowanan ageng ini. Dari Bandung ada kang Herry yang mengajak serta anak2nya DB, eMina, plus satunya lagi lupa… Dari Surabaya ada Suwi yang tidak turut serta mengajak Baginda Kita Semua. Trus dari kota Semarang ada Sri Bagindi Fanny dan dedengkot Loenpia serta cahAndong kang Wedhouz. Terakhir ada Mbak Yuthie “aku dan bintang” yang juga merupakan dedengkotnya cahAndong.
Yihaaaaa….ternyata ga kerasa udah tepat satu bulan aku sama sekali ga updet blog yang ini..Tentu bukan karena kehabisa ide, karena toh dengerin album - album band baru jelas tak terlewatkan, apalagi nonton film setiap minggunya juga jalan terus…
Tapi entah kenapa hasrat untuk menuliskan reviewnya sama sekali hilang…

Mungkin semua berawal dari jebolnya HardDisk kesayanganku yang dulunya kubeli dengan memecah tabungan babi. Padahal didalam situ isinya adalah semua hasil karya dan semua hal kesenangan duniawi lainnya.
Bayangkan aj…semua stock hasil moto “candid” yang tidak senonoh menjadi hilang tak berbekas. Hasil rekaman bandku yang udah kuedit dalam versi telingaku sendiri juga hilang.. Belum lagi colongan hasil rekaman Bandku sejumlah 10 lagu yang sampai sekarang masternya masih dipegang oleh si produser ganteng itu juga hilang, dan yang punya itu cuman aku sendiri :o Haduuuhhh…. mana koleksi “reality kings” juga ikut musnahhh…