Support Your Indie Band Part 2
Melanjutkan tulisan lama tentang keluh kesah menjadi band indie di Indonesia…
Beberapa waktu lalu sempat ada yang komen di tulisan tersebut kalau dia sedang membuat web yang mengkhususkan diri kepada promosi band - band indie. Nama situsnya indiefest.biz . Secara pribadi tentu saya sangat mendukung sekali, apalagi dia ini ternyata orang lampung…orang yang jauh dari pusat hingar bingar industri musik Indonesia, tetapi malah sangat peduli tentang kemajuan musik Indonesia secara umum.
Saat itu dalam email balasan saya menyatakan dukungan dan harapan saya semoga rencana beliau bisa sukses dan bisa ikut serta memajukan perkembangan musik Indonesia. Dan juga saya tambahkan bila memang ini situs resmi kenapa tidak kalo juga menyertakan kontrak untuk menghindari hal - hal yang bisa merugikan kedua belah pihak, ya bisa kontrak kecil yang menyatakan bahwa si artis membolehkan bahwa lagunya di free download di situs tersebut.
Dan setelah beberapa waktu berlalu, ternyata ada satu komentar yang masuk ke blog saya trus menanyakan tentang pasal kontrak yang diberikan oleh pihak web tersebut.
“Pembatalan Perjanjian 1.Dalam situasi PIHAK I tidak bisa memperpanjang tayang promosi atas karya cipta PIHAK II, maka PIHAK I berkewajiban untuk mengembalikan seluruh materi yang telah diserahkan oleh PIHAK II sebelumnya. PIHAK I tidak berkewajiban untuk membayar ganti-rugi maupun royalti dalam bentuk apapun.2.Dalam situasi PIHAK II membatalkan perjanjian sebelum waktunya disebabkan oleh karya cipta akan dialih kontrakkan ke pihak lain atau alasan lain yang tidak disebutkan disini, maka PIHAK II berkewajiban membayar biaya promosi ke PIHAK I sebesar 10% dari nilai kontrak baru, minimal Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah).”
Come on…saya pribadi ga setuju!!! Hati - hati dengan kontrak yang anda tanda tangani… itu kata saya di email balasan. Bagaimana tidak.. itu sangat merugikan bagi band indie tersebut.
Oh…dan kalau mau baca - baca, saya punya “Confessions of a record producer - How to survive the scams and shams of the music business” dari Moses Avalon. Buku lama memang….tapi sangat bagus untuk dibaca bagi orang - orang yang mau untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang musik bisnis di negeri pusat Industri Musik sana.
Salah satu hal yang bikin saya agak terpana…di akhir emailnya dia menuliskan “maksudnya gimana ya mas? ko mahal ya mas keliatannya? emang jadi anak band indie harus kaya ya? kasian donk yang berpotensi, tp masih ngamen buat cari modalnya”…. Hohoho…membuat saya yang sudah hampir menyerah ini kembali berfikir dan berfikir untuk terus mencoba berkreasi dengan band saya yang sekarang ini.
Powered by ScribeFire.




January 24th, 2008 at 8:24 pm
thebest to INDIE………………