Menggoreng beserta tipsnya

Menyusul naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) — yang menjadi bahan baku minyak goreng — di pasar internasional beberapa bulan ini, maka terjadi kenaikan harga minyak goreng di berbagai tempat di Indonesia. Tak terkecuali juga di Jogja.

Bisa dibayangkan…dengan kenaikan harga minyak goreng yang lumayan tinggi itu, dan notabene minyak goreng termasuk dalam kebutuhan utama memasak, pasti membuat bingung para pengusaha dan penjual makanan. Bukannya bermaksud berburuk sangka sih…cuma selain mengurangi kualitas minyak goreng yang dibeli, satu cara lain untuk menekan pengeluaran besar adalah dengan menggunakan minyak jelantah, atau mengoplos dengan minyak yang bekas pakai. Dan seperti yang kita tau kalo bahaya minyak jelantah sangat banyak. Padahal frekuensi konsumsi makan - makanan gorengan saya cukup banyak. Hampir 90% lauk yang saya makan tiap hari adalah digoreng :o

Tetapi daripada berandai - andai yang buruk, berikut ada beberapa tips yang kuambil dari sini, yang ngasih adalah Mr. Purwiyatno Hariadi, Direktur South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center.

  • Cuci, bersihkan, dan keringkan wajan penggoreng dengan baik. Pastikan bahwa wajan tidak lagi mengandung sabun atau detergen. Sebab, walaupun hanya sedikit, adanya sabun atau detergen akan menyebabkan terbentuknya busa dan gelembung udara selama proses penggorengan. Hal ini akan mempercepat proses kerusakan minyak.
  • Keringkan atau tiriskan dengan baik produk pangan yang akan digoreng. Air yang berlebihan pada produk pangan yang digoreng akan mempercepat kerusakan dan ketengikan minyak goreng. Adanya air juga dapat membahayakan karena bisa menyebabkan percikan minyak panas yang dapat menyebabkan kerusakan kulit, bahkan kebakaran. Untuk produk pangan beku, sebaiknya dilelehkan dan ditiriskan lebih dulu sebelum digoreng, kecuali untuk produk yang tidak banyak mengandung air, misalnya kentang.
  • Pada proses memasak, panaskan minyak lebih dulu sebelum dimasukkan bahan pangan yang akan digoreng. Hal ini akan mempersingkat waktu produk pangan tersebut tercelup dengan minyak sehingga mengurangi jumlah minyak yang terserap pada bahan pangan tersebut.
  • Hindari menggunakan minyak yang telah digunakan secara berlebihan (suhu terlalu tinggi, waktu terlalu lama, atau penggunaan jelantah yang telah berulang kali) untuk menggoreng makanan.
  • Setelah menggoreng hendaknya minyak
    didinginkan. Setelah minyak dingin, lakukan penyaringan dengan kain saring (saringan tahu) atau penyaring halus lain. Penyaringan akan menghilangkan sisa produk pangan yang gosong serta akan memengaruhi perubahan warna dan cita rasa.
  • Simpan minyak goreng bekas pakai yang telah disaring pada tempat yang bersih. Letakkan di tempat yang gelap dan sejuk (lemari es). Minyak yang dibiarkan terbuka akan terkontaminasi udara bebas sehingga mudah tengik.
  • Jika akan digunakan lagi, tambahkan sedikit minyak yang masih segar supaya jumlahnya mencukupi. Dengan cara ini, minyak dapat digunakan untuk menggoreng sampai 4 atau 6 kali periode penggorengan.

Technorati Tags: , , ,

Search Tags: , ,

Suka dengan cerita ini?.. pastikan anda berlangganan RSS Feed saya.

17 Responses to “Menggoreng beserta tipsnya”

  1. aad (18 comments.) Says:

    mbesok tambah tutorial yang lain kayak tips masak indomie…

  2. devishanty (12 comments.) Says:

    ga bisa masak :P hihihi

  3. arya (8 comments.) Says:

    mending rasah mangan gorengan dab… sekarang banyak yg digoreng pake jelantah bekas… hiyyy

  4. eko marssetiawan Says:

    @aad
    gyahaha…..boleh2 :p

    @devishanty
    sini2 aq ajarin :))

    @arya
    iya nih…baca2 thread jadi ngeri :(

  5. iman brotoseno (17 comments.) Says:

    rebusan aja deh…pastinya aman

  6. kenz (28 comments.) Says:

    untung aku gak suka makan banyak gorengan :D

  7. diditjogja (31 comments.) Says:

    wakakakak…..
    emang ini blog wajib buat anak kos…
    dari resensi pelm 21, ampe resep goreng2an ….ada semua!!

    wakakakka

  8. Berlin (27 comments.) Says:

    Be Te We ni yang posting bisa goreng ga yach?? Setauku bisanya cuma makan soale gendut he……

  9. gigolo kuliner (1 comments.) Says:

    ah, selama menggoreng ndak pake minyak tanah, menurut saya aman-aman saja..

    bukan begitu, chef Eko?

  10. kai (6 comments.) Says:

    wah… kalo di warung makan t4ku biasa makan, minyak goreng yg udah selesai digoreng dipanasin lagi trus dikasih tepung terigu. dah itu dibiarin dingin. ntar semua kotoran yg ada di minyak goreng tu nempel ama tepungna. terus minyak tinggal disaring n siap dipake lagi :)

  11. Hedi (29 comments.) Says:

    wah top tenan….mas :D

  12. mbakyu (14 comments.) Says:

    wuah bener bener calon suami idaman *ngabur*

  13. eko marssetiawan Says:

    @kai
    tips berguna nih :p

  14. unai (21 comments.) Says:

    hebat deh ;), boleh nih diterapkan

  15. chocoluv (8 comments.) Says:

    ckckckkckc… gile.. 90% makan gorengan,,, ngga baek tu… btw, tulisannya kok rengket2 bgt -_-

  16. aLe (27 comments.) Says:

    wah blognya bagus mas… =D>
    ajarin buat multi kolom donk mas ;)
    punya aLe yg http://alixwijaya.com/wpdemo belum berhasil yg paling atas satu kolom kaya punya mas eko neh.. kira2 yg perlu di edit bagian mana yah..
    thanks

  17. venus (21 comments.) Says:

    kurangi makanan yang digoreng, kurangi karbohidrat, lemak, gula, perbanyak konsumsi buah dan sayuran. tapi apa pun makanannya, minumnya tetep….kopi tanpa gula :p

Silahkan tinggalkan komentar anda disini

waspada umm tunduk rocker stress puyeng nyerah nonono ngelamun ngejek mupeng mimisan mikir melirik matabelo mataduit lirik kutubuku jepret hmm hei sedih geleng gagah cup cinta bengong ayuk

StopGlobalWarming.org Ad Spot

Most Popular Content

Recent Readers. These are the cool and trendy people that reads my blog!Recent Readers

Clicky Web Analytics