Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja : Jurang Yang Semakin Lebar

Setahun sudah berlalu sejak terjadinya gempa yang berkekuatan 5.9 SR mengguncang Jogjakarta dan sekitarnya. Jelas banyak hal yang ditinggalkan dari peristiwa itu. Semua kenangan tentang kengerian, kekagetan, dan kesedihan serasa menjadi satu. Masih tergambar jelas dalam ingatan setiap orang yang saat itu mengalami langsung kejadian ini.

Bagi sebagian orang, mungkin kejadian ini serasa berlalu begitu cepat. Dan bagi sebagian orang lagi waktu serasa begitu lambat.
Ini adalah ungkapan keheranan saya saja kah? atau ada banyak dari kalian yang juga ikut merasakan adanya perbedaan yang makin mencolok di sekitar Jogja kita tercinta ini.
Setelah peristiwa gempa itu, keadaan yang terjadi di Jogjakarta menjadi seperti bertolak belakang. Ada jurang pemisah yang makin menganga…dan semakin kesini sepertinya jurang pemisah ini malah semakin terbuka lebar.


Jurang Yang Semakin Lebar

Kalau kalian ingat…satu sampai dua bulan setelah peristiwa gempa Jogja, keadaan yang begitu kontras terlihat di Jogja bagian selatan dan Jogja bagian utara. Di Jogja bagian selatan, seperti yang kita tahu adalah wilayah terparah akibat gempa. Banyak masyarakatnya menderita, kelaparan, kedinginan…rumah mereka rata - rata mengalami rusak yang cukup parah. Pekerjaan mereka juga terbengkalai, jangankan untuk sekedar membeli baju baru. Untuk makan saja pun kadang tidak bisa. Banyak dari mereka masih belum bisa mencukupi kebutuhan sehari - hari.

Dilain pihak, kalau kita lihat ke Jogja bagian Utara. Sungguh tragis…orang - orang tetap tersenyum bahagia, bersenda gurau tentang kejadian gempa, dan yang sungguh membuatku diam terpaku adalah tempat - tempat hiburan yang tetap saja buka dan masih saja dibanjiri orang - orang yang berfoya - foya menghamburkan uangnya disaat saudara - saudara mereka yang diselatan tercekat tenggorokannya karena tiada lagi airmata yang bisa dikeluarkan.

Dan satu lagi yang sekilas aku tangkap. Banyak dari orang - orang yang pergi ke selatan sebenarnya hanyalah untuk berwisata. Ya..berwisata bencana katanya. “Kapan lagi bisa melihat akibat dari kejadian alam yang maha dahsyat ini kalu bukan sekarang” begitu kata salah seorang temanku dengan gampangnya. Dengan berkedok memberi bantuan ala kadarnya, banyak dari mereka yang malah berfoto - foto dan bersenda gurau. Bukannya berhenti dan membantu secara nyata…tetapi bagi mereka, rasa perhatian mereka terhadap saudaranya cukup diwakilkan dengan sebungkus mie instan dan air mineral saja!!!!..


Huupff…betapa ironisnya Jogjaku…

Dan sekarang setelah lewat satu tahun gempa. Ternyata keadaan di selatan tidak berubah terlalu jauh dengan keadaan satu tahun yang lalu. Masih banyak yang lebih memilih tinggal di rumah semi permanen dengan berbagai alasan mereka sendiri - sendiri. Ada yang dikarenakan rasa trauma yang masih tersimpan dalam diri mereka, ada juga yang dikarenakan rumah mereka masih belum selesai dibangun. Belum selesai dibangun?ya…karena beberapa dari mereka tidak mendapatkan bagian dari dana rekonstruksi gempa*.(*KOMPAS 23 Mei 2007)

Sedangkan di Utara…keadaan sudah pulih 100%.

Mungkin bagi sebagian orang satu tahun terasa berlalu begitu cepat, tapi bagi beberapa orang lainnya satu tahun terasa begitu lambat….

  • Beberapa Acara Refleksi Satu Tahun Gempa Jogjakarta :
  1. Refleksi satu Tahun Gempa di Halaman JEC 25 - 27 mei 2007.
  2. Peringatan satu tahun fempa di lapangan Trirenggo, bantul 27 mei 2007.
  3. Lomba Lukis “gempa bumi di mataku” di Hall Fakultas Teknik Sipil UII, Sleman 27 Mei 2007.
  4. Peringatan satu tahun gempa di Kompleks Gereja Katolik Ganjuran, Bamabanglipuro, Bantul 30 Mei 2007.

Technorati Tags: , , , ,

Search Tags: , , , , ,

Suka dengan cerita ini?.. pastikan anda berlangganan RSS Feed saya.

35 Responses to “Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja : Jurang Yang Semakin Lebar”

  1. zam (47 comments.) Says:

    curi start?? heheh.. gak popo dab.. :D

  2. eko marssetiawan Says:

    hehe… daripada besok ga sempat :P
    lagian td nyari2 d dashboardnya kok ga nemu auto publish ya??addduh aq yg gaptek ni kayanya :P

  3. Brenda (1 comments.) Says:

    yeah… gak terasa udah setaon berlalu…
    gempa kok jadi makin sering skrg… di Manado juga beberapa bulan lalu sempet kena gempa gede :|

  4. kenz (28 comments.) Says:

    saya termasuk orang utara ya ;) mas ekowanz jeli melihat jurang tersebut.. memang demikianlah adanya .. :(

  5. chocoluv (8 comments.) Says:

    huff,,, iyah… waktu itu saya sempet sebel banget ma temen2 yg tinggal di utara :(

  6. diditjogja (1 comments.) Says:

    huff…..semoga takkan lagi ada kesenjangan macam itu!!
    semoga tangis yang menderu dan ari mata yang mengalir deras, mamu menjembatani semua itu…

  7. thestoopid (14 comments.) Says:

    abis gempa saya ga bernai ke daerah utara
    bukan ngeri
    saya ga takut
    cuma saya takut disana cuma nonton doang
    T_T

  8. arya (8 comments.) Says:

    wisata gempa… wisata yang aneh

  9. Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja « [Feri Gunawan’s] Home Says:

    [...] yang lalu…?27 Mei 2006?05:55?00:00:57?Jogja Setahun Lalu?27 Mei Tahun Lalu?Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja:Jurang YangSemakin Lebar?Shubuh ku Telat?Launching Komik Jogja 5,9 Skala Richter!?Kenangan Satu Tahun Yang [...]

  10. antobilang (41 comments.) Says:

    kata ebiet….
    “…Ini bukan hukuman
    Hanya satu isyarat
    Bahwa kita mesti banyak berbenah…”

  11. devishanty (12 comments.) Says:

    takut bandung gempa :(

  12. eko marssetiawan Says:

    #kenz
    yup..memang demikianlah adanya.

    #chocoluv
    emang..

    #diditJogja
    Amieen…

    #TheStoopid
    tp kan buktinya km ga cuma ntn..tp jadi sukarela jadi relawan to?

    #arya
    ya begitulah adanya…

    #antoBilang
    komenmu ko podo karo neng blog2 liane :P

    #devishanty
    mm..bandung masuk jalur gempa g sih?masuk kan :D

  13. cya (10 comments.) Says:

    perasaan blogmu tambah pucet aja? apa mataku yg blero ya?

    iyupz^^
    yg di utara aja udah serem, gmn perasaan yg di selatan ya? *sayawargautaraasli*

  14. diditjogja (31 comments.) Says:

    ngliat komennya anto :
    :))

    anto ki parah…komen nangdi2 kok kopi paste..

    :))

  15. ria (5 comments.) Says:

    Salam kenal Eko.. ;)
    tambah teman tambah rejeki.. hehehe
    ria jg ga mau kok kembali ke waktu setahun yg lalu, sedih….

  16. ria (5 comments.) Says:

    hehehe.. ketinggalan..
    sekalian tak link yoo mas..
    permisiii..

  17. antobilang (41 comments.) Says:

    *idek-idek didit*

    wakakaka….

  18. eko marssetiawan Says:

    #ria

    okey…tar kulink balik juga yah

  19. eko marssetiawan Says:

    #cya
    iya..aq salah bikin warna :P soalnya di komputerku warnanya sama aj, setelah ke warnet baru ketahuan warna linknya salah :P

  20. mbakyu (14 comments.) Says:

    ya begitulah

  21. thuns (12 comments.) Says:

    eh aku juga waktu itu menyalurkan bantuan dari teman2 di jakarta… dan aku juga BERSENDA GURAU di tempat para korban gempa…!!!
    TAPI… senda gurauku tak lain dan tak bukan hanya untuk membuat mereka tersenyum… mereka tidak hanya butuh bantuan materi, makanan, atau pakaian… tapi mereka juga butuh bantuan psikis… dg mengajak mereka tersenyum & tertawa, menurutku dapat sedikit meringankan beban pikiran mereka saat itu kok.
    *menurutku lho*

  22. CafeBlogger (1 comments.) Says:

    Pada posting sebelumnya aku udah comment lho? Masak ndak masuk sih??

  23. Raffaell (40 comments.) Says:

    Hmmm, iya sih, mungkin modernisasi membuat kaum sosial bersikap indivualis, mengingat negara kita sangat open dengan kebudayaan luar, otomatis kebudayaan kita pun mengalami revolusi….secara cepat, sinetron, film menjadi andil dalam perubahan ini, kita hanya bisa melihat perubahan ini dan merasakan efek buruk dari situasi ini…..

  24. Berlin (27 comments.) Says:

    …Dengan berkedok memberi bantuan ala kadarnya, banyak dari mereka yang malah berfoto - foto dan bersenda gurau…
    Wah ini orang enggak tau diri!!!
    tau ada orang kena musibah malah masih bersenang2. Mo nya apa sich??? Marai emosi aku!!

  25. venus (21 comments.) Says:

    ayo jogja! ayo bangkit lagi!!

  26. eko marssetiawan Says:

    #thuns
    itu mah beda mas…kalo yg saya maksud diatas itu orang2 yang sama sekali ga peduli dengan yang terjadi di sana :D

  27. eko marssetiawan Says:

    #cafeBlogger
    eh udh ya?jgn sensi gitu donk mas :D piss ah…
    komennya kejaring spam ternyata..

  28. amma (8 comments.) Says:

    emang sebel banget, malah dijadikan tontonan..dah gitu mana banyak yang menjarah lagi. heran saya, terbuat dari apa hati mereka..
    ugh..

  29. finkz (3 comments.) Says:

    huff.. brarti yg di utara EQnya pada rendah.. ga bisa merasakan apa yg dirasakan orang lain.. huhuhu :sad:

  30. herleen (3 comments.) Says:

    serem yaks skarank jadih banyak bencana alam dimana2..

    hiiiyyyy,,,,
    takkuuttttt

  31. eko marssetiawan Says:

    #finkz
    soryy…bukan berarti semua orang utara loh!!
    banyak juga dari mereka yang dengan sukarela waktu itu menjadi sukarelawan membantu :D
    Cuma..banyak juga yang seolah2 ga peduli dengan saudara2nya yg lagi kesusahan :(

  32. herleen (3 comments.) Says:

    di ostralia..di indo kan ga sesusah ituh,,aturannya gag gituh buanyak,kalo disini BUANYAK buangettt..huhuhu

  33. gies (22 comments.) Says:

    belum pernah ke jogya, yaah udah kena gempa duluan, ikut prihatin, semoga yogya tabah dan dijauhkan dari bencana lagi, selamanya!

    *hai hai ini kunjungan balasan, salam kenal! boleh aku ,ink yaa*

  34. templank (5 comments.) Says:

    iya kaoo juga sih… ada perbedaan di utara dan selatan… tapi tenang bro.. masih bnyak yg peduli.. msh bnyk orng indnesia yg berhati mulia.. ok :cool:

  35. feri gunawan » Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja Says:

    [...] ini setahun yang lalu… |27 Mei 2006|05:55|00:00:57|Jogja Setahun Lalu|27 Mei Tahun Lalu|Refleksi Satu Tahun Gempa Jogja:Jurang Yang Semakin Lebar|Shubuh ku Telat|Launching Komik Jogja 5,9 Skala Richter!|Kenangan Satu Tahun Yang Lalu|Peringatan [...]

Silahkan tinggalkan komentar anda disini

waspada umm tunduk rocker stress puyeng nyerah nonono ngelamun ngejek mupeng mimisan mikir melirik matabelo mataduit lirik kutubuku jepret hmm hei sedih geleng gagah cup cinta bengong ayuk

StopGlobalWarming.org Ad Spot

Most Popular Content

Recent Readers. These are the cool and trendy people that reads my blog!Recent Readers

Clicky Web Analytics