300 : Kisah Seorang Legenda
Nonton film ini tanpa direncanakan sama sekali…Liat trailernya juga baru sekilas di Global TV. Dan seperti biasa…aku pasti selalu telat kalo nonton film, ga pernah bisa ada di tempat duduknya sebelum fim dimulai.
First Impressions
Tidak seperti biasanya, kesan yang langsung aku tangkap melihat scene pertama film ini. Gambarnya jd ngingetin ama film “sin city” ama “narnia” color scheme yang terlihat lawas, penggunaan cahaya dan efek yang sempurna atau malah berlebihan yah?? Udah kerasa kalo syuting film ini ga mungkin dilakukan di tempat terbuka…ga seperti liat “Lord Of The Ring” yang suasanya terlihat dan serasa alami, rumput dan pepohonan, suasana kota yang terlihat lebih natural. Di film ini sepertinya itu bukanlah hal yang penting…terbukti belum sampai sepuluh menit film berjalan udah disuguhi dengan adegan King Leonidas (Gerard Butler) yang mendorong utusan dari Persia ke dalam sebuah sumur sebagai tanda penolakan dan ajakan berperang kepada Persia. Peperangan adalah unsur utama yang ingin diperlihatkan.
The Story

Film ini bercerita tentang perjuangan sekelompok kecil tentara Sparta, kerajaan Yunani kuno, yang berusaha melawan serbuan pasukan Persia.
Diangkat dari buku komik karya Frank Miller tentang pertempuran di Thermopylae pada tahun 480 Sebelum Masehi. 300 disini memperlihatkan raja Sparta dan 300 tentaranya melawan ratusan ribu tentara Persia pimpinan rajanya, Xerxes.
Seperti film - film dengan tema sejenis, unsur peperangannya adalah yang utama, yang paling diangkat dari film ini. Betapa gigihnya seorang King Leonidas, yang berjuang untuk mempertahankan negerinya dan kehidupan seluruh masyarakat di Sparta, serta harga diri sebagai seorang Raja Sparta yang berperang dengan semangat sebagai seorang Spartan.
Pengkhianatan itu jelas terjadi di setiap film model begini, dan penggambarannya terlalu biasa…mudah ditebak kalau nantinya Ephialtes akan berkhianat karena merasa dirinya sudah direndahkan oleh King Leonidas dan akhirnya dimanfaatkan oleh King Xerxes untuk memenangkan pertempuran.
Walaupun di ending ceritanya King Leonidas kalah dan dibunuh, tetapi semangat dan tujuan yang dibawanya bisa menyatukan Yunani untuk mengalahkan Persia.
The Best Point

Terlepas dari ceritanya yang biasa - biasa saja…tapi “300″ memberikan sebuah gambar dan efek yang luar biasa. Kesempurnaan dari lighting dan spesial efek memberikan suguhan yang berbeda…
Tapi bagi yang tidak suka suguhan kekerasan ala Quentin Tarantino, lebih baik ga usah nonton deh…film ini penuh dengan adegan kekerasan dan ehmm sex :P
Darah muncrat dimana - mana, tusuk - tusukan pedang dan tombak, sampai adegan leher terpenggal juga ada. Tapi bagi aku semua itu tersaji secara artistik. Efek muncrat darahnya top banget :cool: penggal kepalanya juga agak manusiawi dengan tidak melebih - lebihkan angle kameranya.
Adegan slow motion sewaktu perangnya juga oke :cool: keren abis lah :cool: emm bisa dibandingin ama angel kameranya matrix deh *sok tau film on*.
Other Point
Film ini di rilis pertamanya ternyata menuai beberapa protes dari kalangan masyarakat Iran. Menurut orang-orang yang memprotes film itu, 300 adalah gambaran “tak
bertanggungjawab” dan “salah” dari peradaban Persia kuno.(antara)
Bahkan sampai ada orang pemerintahan Iran yang bersuara. Javad Shamaqdari, penasehat bagi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan
film itu “merusak masa lalu sejarah Iran dan menghina peradaban Iran”. (BBC)
link :
Technorati Tags: 300, movie review, 300 the movie, frank miller




March 19th, 2007 at 10:38 pm
pengen nonton ah..bagaimanapun juga memberikan inspirasi mengenai teknologi perfilman mutahir. jadi ngiri kapan di Indonesia bisa..
March 20th, 2007 at 8:06 am
postingan yang sama, ternyata dia juga menonton, dan tulisanya lebi bagus, hebat,..
March 20th, 2007 at 11:02 am
aku belom nonton :D
March 20th, 2007 at 12:47 pm
siap deh, bagus reviewnyah
nonton!!!
March 21st, 2007 at 9:57 pm
saya gak bisa nonton, ditunggu cerita detailnya saja sapa tahu bisa menceritakan secara bersambung mas. :D
March 21st, 2007 at 11:53 pm
waah..emang bener keren banget tuh film
by the way..kita posting dengan title yang sama :D.
March 22nd, 2007 at 12:18 am
ga sama ko… ;-)
March 22nd, 2007 at 8:56 am
kayake perang2an model jaman dulu enak jhe kalo menang.
March 22nd, 2007 at 10:04 am
weehh.. mending lihat korean romantical comedy movies :D
March 23rd, 2007 at 7:10 pm
udah nonton :P
ama cewe lagi… ahak ahak…
March 25th, 2007 at 8:58 am
jadi pengen nonton euy… ada yang mau bayarin ga ya… hihihi… *kere mode on* :razz:
March 25th, 2007 at 6:24 pm
duh… kapan aku bisa nonton ya… :((
March 26th, 2007 at 8:53 am
nyari temen buat diajak nonton dulu ahhhh
March 27th, 2007 at 6:16 am
nonton kuntilanak aja… hehehe.. *liat neng julie… :razz:*
March 27th, 2007 at 4:05 pm
setuju aja deh Ko… tersepona aku baca review mu… aku ga bisa berkata-kata habis nonton film itu soalnya…
Thx ya dah nemenin nonton…
Hmmm, lain kali film apa lagi ya???
March 29th, 2007 at 1:14 pm
nunggu di bikin sinetron aja deh..hehehhe
April 1st, 2007 at 5:32 pm
bikin film dhewe rak wes… hehehehe… :razz:
tapi reviewnya ok punya nih… :cool:
April 2nd, 2007 at 1:06 pm
aku pgn banget nonton.. suka sama film2 berlatarbelakang sejarah2 gitu.. tapi males euy liat banyak darah muncrat :P
April 3rd, 2007 at 11:39 am
suka bloc party juga?
btw, aku add di friends ya..
April 4th, 2007 at 9:33 am
eh darah muncrat dimana-mana ? kok aku pas liat ngga gitu banyak darah ya apalagi pas kepala ditebas darahnya ngga gitu muncrat kayak semburan lumpur sidoarjo :grin:
bener film ini emang banyak adegan sadis tapi karena unsur artistik aja aku ngga gitu miris ngeliatnya -tumben :D
April 4th, 2007 at 1:43 pm
wyah.. saya teh nonton DVD nya ajah kalau dah keluar. br 4 kali ke bioskop. ndak ada duit :cry:
April 5th, 2007 at 10:40 am
Saya malah baru mo nonton wiken ini hi3..lebih parah ketinggalannya..
ngomong2 soal pelem,,saya pingin nonton simpsons the muvi secepatna…heu~