Yup “STOP BENCANA“
Stop bencana bukan berarti protes kepada Tuhan kenapa menimpakan bencana yang bertubi - tubi ini kepada bangsa Indonesia. Tapi lebih kepada protes kepada diri sendiri.
Protes kepada diri sendiri?? yup!!! aku selalu percaya bahwa suatu sebab pasti ada akibatnya…ada sesuatu pasti ada penyebabnya. Ada beberapa sebab - akibat yang bisa dijelaskan secara logika biasa oleh kebanyakan orang…ada yang hanya bisa dijelaskan oleh orang - orang yang sesuai dengan ilmunya…ada pula yang sama sekali tidak bisa dijelaskan. Aku percaya keseimbangan…setiap manusia mencari keseimbangannya…begitupun alam semesta ini.
Stop Bencana lebih ditujukan kepada kita semua untuk mawas diri…untuk bercermin atas tindak tanduk kita selama ini. Tindak tanduk kita kepada sesama manusia, tindak tanduk kita kepada alam, dan tindak tanduk kita kepada Tuhan…
Stop Bencana sebagai bagian untuk mengingatkan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan kita…karena hanya kepada-Nya lah kita bisa berlindung dari segala mara bahaya…
Stop Bencana…lalu tidak serta merta membuat kita frustasi dengan semua bencana yang beberapa tahun ini selalu menghampiri Indonesia. Tetap berfikiran positif dan terus maju.
Siapa tau itu adalah sebab - akibat dari kita sendiri….hingga cobaan, demi cobaan ini terus datang menerpa Indonesia. Pemanfaatan alam yang berlebihan, persaingan yang tidak sehat, uang menjadi raja di hati, sifat manusia yang semakin jauh dengan Sang Pencipta.
Technorati Tags: stop bencana



saya setuju. sebenarnya kalo ditinjau dari aliran kebatinan orang-orang jawa, eyang-eyang kakung dsb.. saat ini jiwa spiritualitas (bukan agama) bangsa ini kacau balau, sepertinya punya Tuhan, tapi perilakunya gak mencerminkan seperti itu. Beda waktu aliran kebatinan masih berjaya dulu, dimana orang benar-benar menjaga interaksi antara sesama, alam dan HYANG PENCIPTA dalam kehati-hatian perilaku dan jiwa.