Night At The Museum : Review
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=cepOToIh2nc[/youtube]
Directed by Shawn Levy
Written by Robert Ben Garant and Thomas Lennon
Based on the book “The Night at the Museum” by Milan Trenc
Music by Alan Silvestri
Produced by Mr. Levy, Chris Columbus, Michael Barnathan and Mark Radcliffe
Released by 20th Century Fox
Running time: 108 minutes.
WITH: Ben Stiller (Larry Daley), Carla Gugino (Rebecca), Dick Van Dyke (Cecil Fredricks), Mickey Rooney (Gus), Bill Cobbs(Reginald), Robin Williams (Teddy Roosevelt), Jake Cherry (Nick), Ricky Gervais (Dr. McPhee), Kim Raver(Erica Daley), Patrick Gallagher(Attila the Hun), Rami Malek(Ahkmenrah), Mizuo Peck(Sacajawea), Steve Coogan(Octavius), Anne Meara (Debbie) and Owen Wilson (Jedediah)
The Story

Cerita dimulai oleh Larry (Ben Stiller), seorang duda cerai yang sedang putus asa untuk mendapatkan pekerjaan demi anaknya. Dan ketika dia mendapatkan kesempatan wawancara kerja di sebuah museum, ternyata kerja yang dimaksud sangat jauh dari harapannya. Kerja yang dia dapat hanya menjadi seorang penjaga malam di sebuah museum. Larry menggantikan tiga orang penjaga malam sebelumnya yang sudah tua.
Malam pertama Larry menjaga museum ternyata menjadi malam penuh kejutan bagi dia. Bagaimana tidak, semua isi museum bergerak dan menjadi hidup. Kebingungan Larry yang mesti menghadapi sesosok T - Rex yang mengejar - ngejarnya, batu kepala besar yang bisa bicara, membuat dia sadar kalau dia mesti mengikuti semua petunjuk yang sudah diberikan oleh seniornya tadi. Untuk mengatasi T - Rex ternyata Larry mesti melemparkan tulang kepada T - Rex tersebut (seperti anjing) dan beberapa hal yang mesti dia lakukan secara berurutan untuk menghindari terjadinya hal - hal yang tidak diingingkan. Tapi ternyata itu bukan hal yang mudah dilakukan, Larry mesti berhadapan dengan seekor monyet nakal bernama Dexter yang telah mencuri kunci dari pinggangnya. Untung akhirnya Larry bertemu dengan Teddy Roosevelt (Robin Williams) yang membantunya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi malam itu.

Sebenarnya Larry sendiri sudah mau menyerah untuk bekerja di museum itu, tetapi setelah diyakinkan oleh Teddy Roosevelt maka Larry mau untuk terus mencoba. Di malam terakhir itu, ternyata para seniornya, Cecil (Dick Van Dyke), Gus (Mickey Rooney) dan Reginald (Bill Cobbs) mencoba untuk mencuri harta benda di dalam museum tersebut, termasuk didalamnya batu kuno dari Mesir (aukh men Rah), batu yang membuat seisi museum itu bisa menjadi hidup. Tentu saja Larry tidak membiarkan itu semua terjadi. Dengan bantuan kerjasama dari seluruh makhluk museum, maka ketiga orang itu beserta seluruh harta benda museum dapat diselamatkan. Dan tentu saja menyajikan akhir film yang “happy ending” khas Hollywood, dimana Larry tidak jadi dipecat dan ternyata kejadian malam sebelumnya yang menghebohkan itu membuat jumlah pengunjung ke museum Nasional menjadi bertambah berkali - kali lipat.
The Acting
Saya sendiri sebenarnya bukan seorang penggemar fanatik dari Ben Stiller, tapi untuk film ini patutlah Stiller diacungi jempol. Adegannya ketika bermain lempar - lemparan tulang dengan T-Rex atau ketika tampar - tamparan dengan dexter patutlah membuatku terkesima, belum lagi ekspresi mukanya yang lucu dan selalu mengundang tawa.

Robin Williams juga jempolan menemani Stiller, dengan pengalamanya bermain di banyak film membuat sosok Robin sebagai Teddy Roosevelt terlihat begitu berwibawa. Apalagi ketika sedang memberikan nasehat kepada Larry, benar - benar terlihat bersahaja. Trio komedi 80an Dick Van Dyke, Mickey Rooney, Bill Cobbs juga tetap tidak kehilangan sentuhan akting mereka…
The Conclusions
Walau untuk beberapa hal sangat menganggu..seperti kenapa ketiga penjaga senior itu memilih untuk mencuri Batu kuno dari mesir itu dibanding dengan harta berharga lainnya, atau ketika Cecil memillih lari dengan kereta yang bisa dihentikan dengan sebuah kata - kata, atau pemaksaan masuknya tokoh anak kecil ke dalam hidup Larry…kenapa ga di gali lebih dalam??toh ini kan film keluarga…
Konflik yang ada memang seperti dipaksakan terjadi dan pemecahannya juga terlalu dipaksakan….



pilem apaan ne om??