
Sudah 78 tahun sejak Sumpah Pemuda pertama kali diikrarkan oleh pendahulu kita.
Berikut kutipan Sumpah Pemuda menurut rumusan M. Yamin (dari buku Menjadi Indonesia, Parakitri T Simpubolon, Penerbit Buku Kompas).
“kerapatan pemoeda - pemoeda Indonesia jang diadakan oleh perkoempoelan - perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan dengan namanja Jong Java, jong Soematra, Jong Celebes, Pemoeda Indonesia, sekar Roekoen, Jong Islamieten Bond, Jong Bataksbond, Pemoeda Kaoem Betawi, dan Perhimpoenan Pelajar - pelajar Indonesia; memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahoen 1928 di negara Djakarta.
Sesoedahnja mendengar pidato - pidato dan pembitjaraan - pembitjaraan jang diadakan dalam Kerapatan tadi, sesoedanja menimbang segala isi pidato - pidato dan pembitjaraan ini, kerapatan laloe mengambil kepoetoesan: Pertama, Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, Tanah Indonesia. Kedoea, Kami Poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa satoe Bngsa Indonesia. Ketiga, kami Poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.
Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan azas jang wajib dipakai oleh segala perkoempoelan - perkoempoelan kebangsaan Indonesia; mengeloearkan kejakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar persatoeannja: kemaoean, sedjarah, hoekoem B “adat, pendidikan dan kepandoean dan mengeloearkan pengharapan, soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan di moeka rapat perkoempoelan - perkoempoelan kita”
Seluruh perwakilan pemuda pun menyambut gembira hasil putusan tersebut.
Tapi kini setelah 78 tahun berlalu, masihkah semangat pendahulu kita yang mempunyai harapan yang sangat tinggi kepada penerus Bangsanya masih kita punya?
Mungkin salah satu tujuan dari “Sumpah Pemuda” sudah tercapai 61 tahun yang lalu, yaitu kemerdekaan Indonesia. Lalu apakah cuma sampai disitu??
Kita lihat negara tetangga kita yang di Asia Tenggara aj kita udah banyak ketinggalan. Tidak hanya di satu bidang, tapi sudah merembet ke berbagai bidang.
Inikah yang diinginkan para pendahulu kita?
Inikah yang patut kita banggakan?
Atau hanya sampai disini saja kita bisa?


belum ada yang komentar yang sudah meninggalkan komentar disini
Tinggalkan komentar anda disini